Makoto Kino ERP
Sabtu, 25 Januari 2014
Summary Tugas 2 sampai 7
Dalam rangka melengkapi tugas UAS, berikut akan diulas kembali mengenai tugas-tugas yang pernah dikerjakan dari tugas 2 sampai tugas 8, yaitu mengenai :
Tugas 2 : BB FlashBack Express Recorder
Tugas 3 : Instalasi Software Adempiere
Tugas 4 : Binis Proses PAJAK
Tugas 5 : Transaksi Bisnis
Tugas 6 : Transaksi Bisnis Perbaikan
Tugas 7 : Tugas Kelompok Bank
Berikut Linknya dalam format word dan PDFdi dropbox link dibawah ini :
https://www.dropbox.com/home/Tugas%20Summary%20ERP
Selasa, 10 Desember 2013
Perpajakan Pph23
Gambaran Umum Mengenai PPh 23
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 adalah pajak yang dipotong atas
penghasilan yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan
penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.
Pemotong dan Penerima Penghasilan yang
Dipotong PPh Pasal 23
1.
Pemotong PPh Pasal 23:
a.
Badan pemerintah;
b.
Subjek Pajak badan
dalam negeri;
c.
penyelenggaraan
kegiatan;
d.
bentuk usaha tetap
(BUT);
e.
perwakilan perusahaan
luar negeri lainnya;
f.
Wajib Pajak orang
pribadi dalam negeri tertentu, yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak.
2.
Penerima penghasilan
yang dipotong PPh Pasal 23:
a.
WP dalam negeri;
b.
BUT
Kewajiban Pembayaran Pajak
Wajib Pajak (orang pribadi atau
badan) dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya harus sesuai dengan sistem self assessment, yaitu wajib melakukan sendiri
penghitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak terutang.
Penghitungan PPh Pasal 23 terutang menggunakan
jumlah bruto tidak termasuk PPN
Dikecualikan dari Pemotongan PPh Pasal 23:
1.
Penghasilan yang
dibayar atau terutang kepada bank;
2.
Sewa yang dibayar atau
terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi;
3.
Dividen atau bagian
laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai WP dalam negeri,
koperasi, BUMN/BUMD, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan
bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat:
a.
dividen berasal dari
cadangan laba yang ditahan;
b.
bagi perseroan
terbatas, BUMN/BUMD, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen
paling rendah 25% ( dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor;
c.
Bagian laba yang
diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak
terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi termasuk
pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif;
d.
SHU koperasi yang
dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya;
e.
Penghasilan yang
dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi
sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan.
Saat Terutang, Penyetoran, dan Pelaporan PPh
Pasal 23
1.
PPh Pasal 23 terutang
pada akhir bulan dilakukannya pembayaran, disediakan untuk dibayar, atau telah
jatuh tempo pembayarannya, tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dahulu.
2.
PPh Pasal 23 disetor
oleh Pemotong Pajak paling lambat tanggal sepuluh bulan takwim berikutnya
setelah bulan saat terutang pajak.
3.
SPT Masa disampaikan
ke Kantor Pelayanan Pajak setempat, paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak
berakhir.
Dalam hal jatuh tempo penyetoran atau batas akhir pelaporan PPh
Pasal 23 bertepatan dengan hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur
nasional, penyetoran atau pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.
Bukti Pemotong PPh Pasal 23
Pemotong Pajak harus
memberikan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 kepada Wajib Pajak Orang Pribadi atau
badan yang telah dipotong PPh Pasal 23.Berikut lampiran yang bisa dilihat dalam bentuk doc maupun pdf file.
PPh3.doc
PPh3.pdf
Senin, 18 November 2013
Tugas ke 3 : Instalasi Adempiere
Untuk tugas ke 3 ini saya sudah mencoba menginstal Adempiere dari file 12GB yang pernah saya dapatkan. Berikut sedikit penjelasan dari
cara penginstalannya :
1. Instal
Java
2. Instal
PostgreSQL
-
Masukkan password yang diminta
3. Setting
Konfigurasi Environment Variables
-
Pilih advance system setting
-
Pilih environment variable
-
Pilih new
-
Copy tempat folder di drive C
-
Isi
dengan :
o
Varibale name : JAVA_HOME
o
Variable Value : paste tempat folde java yang
telah dicopy sebelumnya, lalu OK
-
Copy tempat folder PostgreSQL di drive C
-
Pilih new
-
Isi dengan :
o
Variable Name : POSGRES_HOME
o
Variable Value : Paste tempat folder PostgresSQL
yang telah dicopy sebelumnya lalu pilih OK
o
Pilih path, lalu OK
o
Tambahkan binary JAVA_HOME dan POSTGRES_HOME
pada path, lalu OK
-
Extract file Adempiere ke drive C
-
Copy tempat folder Adempiere di Drive C, pilih
new
-
Isi dengan :
o
Variable name : ADEMPIERE_HOME
o
Variable value : paste tempat folde Adempiere
yang telah dicopy sebelumnya, kemudian OK
4. Setting
Konfigurasi PostgreSQL
-
Buka PostgreSQL dengan menggunakan password yang
telah dimasukkan
-
Setting Logging Role
-
Isi dengan :
o
Role name : adempiere
o
Password : adempiere, lalu OK
-
Buat data base Adempier
5. Setup
Adempiere
-
Masukkan data sesuai dengan konfigurasi data
computer, lalu pilih test
-
Akan muncul key store dialog, lalu pilih tanda
checklist
-
Akan muncul tanda check list yang berarti
konfigurasi telah disetujui, kemudian save.
6. Running
Adempiere
-
Test menggunakan user ID dan password default
-
Setting server, data base host, dan password,
kemudian OK.
Untuk lebih lengkapnya berikut saya lampirkan panduannya berupa Doc file dan PDF file.
Jumat, 01 November 2013
Tugas ke 2 : Blueberry Flashback & Bizagi
Untuk tugas ke 2 ini saya sudah mencoba mendownload dan
menggunakan kedua software ini Blueberry Flashback dan Bizagi. Berikut
sedikit penjelasan dari kedua software tersebut :
1. Blueberry Flashback
Blueberry Flashback adalah program perekaman layar berbasis
windows, didistribusikan oleh software Blueberry. Software ini
memungkinkan pengguna untuk menambahkan efek teks, memotong dan
menyisipkan cuplikan film dan mengedit gerakan mouse. Rekaman layar
dapat di ekspor ke Flash, AVI, WMV, format PPT atau EXE. Berikut screen
shoot dari software yang telah saya unduh dan gunakan :
Bizagi adalah aplikasi yang digunakan untuk diagram,dokumen dan
mensimulasikan proses menggunakan business process modelling notation.
Berikut adalah screen shoot dari penggunaan software tersebut :
Untuk mendapatkan kedua software tersebut dapat mendownloadnya secara gratis pada link berikut :
BizAgi Proses Modeler download
BB FlashBack Express Recorder Software
Rabu, 16 Oktober 2013
Summary Chapter 5 “Procurement Activities” from Book ADempiere 3.4 ERP Solutions
In this chapter, we talked about how to perform procurement activities using ADempiere. There are six points regard procurement activities. They are Purchase Requisition, Purchase Order, Receiving Material, Managing Vendor Invoice, Performing a Vendor Payment, and Reconciling a Vendor Payment.
A standard business process in company, there are activities which need to be done in sequences. For examples, the purchasing staff making a purchased order document based on purchased requisition, the warehouse staff receiving material from the vendor, the accounting staff registering the incoming vendor invoice and making a payment, the production staff creating finished good from the available material, the shipping staff performing the shipment of finished good to the customer, and the accounting staff creating an invoice document for the customer.
But in the other hand, the accounting department has some additional responsibilities, such as entering manual general ledger journal entries for all of documents, recording account payables for existing vendor invoices, and recording account receivables for existing customer invoices.
And from above activities ADempiere creating simplify through the use of the existing ADempiere document. The ADempiere document encapsulates the complexity of each of the business process and provide a window or form to enter data related to the business process.
To know exactly what goes on behind the scenes related to the accounting facts/GL journal activities, we have performed manual document postings. Using this approach, in return, we have learned exactly what the accounting facts/GL journal entries generated are, and when these accounting facts are generated.
Prior to creating a Purchase Order document, we have seen that it’s quite common to first create a Purchase Requisition document. There is an option provided to create the Purchase Requisition document automatically. We have seen that this task can be done by setting up a replenish configuration. We have also seen how to set up the replenish configuration.
We have learned that one of the replenish configuration’s requirement is the availability to set a default price list. With all of this information, we have then created our first requisition document by running the replenish report. Based on the replenish document, we could then generate a Purchase Order document.
Next, we performed a material receipt, vendor invoicing and payment to our vendor and reconciled this payment with our bank statement. These activities generated an accounting fact, and with this, we learned about exactly how and when accounting fact occur.Doc File
PDF File
Langganan:
Postingan (Atom)